Ketua Umum PK IMM Alqossam
Selamat Datang di Website PK IMM Al-Qossam FAI UMSurabaya
PK IMM Al-Qossam adalah organisasi mahasiswa FAI UMSurabaya yang berdiri sejak 1990.
Bergerak di bawah Fakultas Agama Islam dengan tagline "Kader Profetik".
Ada 4 bidang di PK IMM Alqossam diantaranya adalah....
Tulisan dengan peminat pembaca terbanyak
Administrator
08 Mar 2026
Administrator
08 Mar 2026
Administrator
08 Mar 2026
Administrator
08 Mar 2026
Jangan lewatkan tren terbaru
Surabaya – Mereka sedang ditindas, bukan oleh kehidupan melainkan oleh sistem dan ketidakpedulian. Hak-hak yang seharusnya mudah didapatkan oleh setiap individu ternyata susah didapatkan oleh teman disabilitas. Pemikiran itu muncul setelah saya mendengarkan cerita dari guru pamong ketika menjalankan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) di suatu SLB Negeri Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen IMMawati dalam merespons maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di berbagai lini kehidupan, khususnya di lingkungan kampus dan organisasi mahasiswa. Diskusi ini dirancang sebagai ruang aman, tempat perempuan dapat berbicara, menyuarakan pengalaman, serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan dan keberpihakan pada korban.
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surabaya menerima undangan resmi dari Kodim 0830 untuk hadir dalam agenda Halalbihalal bersama elemen Cipayung Plus, Selasa (15/04/2025). Dalam suasana lebaran dan silaturahmi, kami menyambut undangan tersebut dengan dua prinsip dasar: tidak adanya agenda terselubung berupa sosialisasi kebijakan tertentu, serta dan adanya ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan serta aspirasi yang relevan dengan kondisi kebangsaan hari ini.
PC IMM Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Panggung Rakyat’ dan ‘Kuliah Bersama Rakyat Pesisir Surabaya’ pada Kamis, (10/04/2025) yang berlangsung di SD Muhammadiyah 9 Sukolilo, Surabaya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Hukum dan HAM serta LHKP PP Muhammadiyah, serta menghadirkan sejumlah figur penting dari kalangan Muhammadiyah baik di tingkat nasional maupun lokal.
Sebagai perempuan munculnya berita ini menjadi tamparan tersendiri, tentu ini menjadi momok mencekam dan kekhawatiran global yang perlu dipertegas. Bagaimana bisa tubuh perempuan hanya dijadikan objek lelucon bahkan pemuas nafsu-nafsu bringas itu.
Pengguna